Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan BUMN Migas raksasa Pertamina telah melangkah ekspansi luar negeri dalam proyek-proyek hulu dengan tanggal penandatanganan Nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan minyak Rusia Rosneft. Kedua perusahaan setuju awal pekan ini untuk segera tanda yang mengikat secara hukum dokumen yang akan memungkinkan Pertamina 20 persen saham dalam proyek Rosneft di di ujung utara dari bidang Chayvo Pulau Sakhalin di Rusia.

Proyek dikutip untuk memiliki kapasitas maksimum produksi sebesar 1,5 juta ton minyak per tahun mulai dari 2017, karena memiliki cadangan sekitar 15 juta ton minyak dan 13 milyar meter kubik gas, menurut situs resmi Rosneft's. Kedua perusahaan juga ditandatangani pada hari Selasa MoU untuk memungkinkan Pertamina terus 37.5 persen saham di Rosneft's Russkoye bidang di distrik Tazovsky. Russkoye adalah salah satu bidang terbesar di Rusia diperkirakan 410 juta ton minyak dan 85 milyar meter kubik gas cadangan yang bisa tergantikan.


Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menyatakan optimisme tentang kedua perusahaan kerjasama di masa mendatang dan menegaskan kembali bahwa itu adalah sebuah langkah maju di Pertamina rencana jangka panjang untuk meningkatkan produksi minyak dan gas di luar negeri. "Kerjasama antara Pertamina dan Rosneft bertindak sebagai sebuah tonggak strategis dalam komitmen kami untuk meningkatkan Pertamina sebagai pemain global energi dan mitranya pilihan bisnis internasional Pertamina. Ini juga akan membantu kami mencapai target kami berpartisipasi dan operasi hulu aset di luar negeri,"katanya baru saja.

Pertamina memiliki rencana jangka panjang untuk meningkatkan yang saat ini produksi minyak dan gas 1,9 juta barel minyak per hari (boepd) setara 2025 dari boepd 624,000 yang sangat sedikit pada tahun 2015. Sampai dengan 473,000 boepd diatur ke dapat diperoleh dari bidang luar negeri. Pertamina saat ini memiliki berpartisipasi kepentingan dalam beberapa ladang minyak dan gas di Aljazair, Irak dan Malaysia, dengan total produksi 120,600 boepd pada bulan Agustus.

Hulu adalah tidak sektor hanya Pertamina dan Rosneft akan bermitra pada. Kedua perusahaan telah menandatangani perjanjian usaha patungan untuk pembangunan kilang Tuban di Jawa Timur, Pertamina Solusi Bahan Bakar kilang minyak pertama yang dibangun di 22 tahun. Melalui perjanjian, didirikan bahwa Pertamina Berkualitas dan Ramah Lingkungan akan memiliki saham pengendali 55 persen sementara Rosneft akan memegang sisanya 45 persen.

Tuban kilang akan selesai dengan 2021 dengan kapasitas pengolahan 300.000 barel minyak per hari (bopd). Meskipun keputusan investasi akhir belum dicapai, diperkirakan Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan proyek akan dikenakan biaya antara US$ 12 juta dan $14 juta. "Saya yakin bahwa kita akan menjaga kecepatan pengembangan kemitraan kami untuk kepentingan perusahaan kami dan kedua negara," kata Rosneft Presiden Direktur Igor Sechin Ivanovich.

Indonesia ditransfer Kalimantan utara timur Ambalat minyak lepas pantai dan gas blok, dilepaskan oleh US utama Chevron Corp., untuk milik negara PT Pertamina, Menteri Negara untuk energi dan sumber daya Mineral Sudirman mengatakan mengatakan Rabu, seperti dikutip dalam laporan Kamis oleh media lokal Jakarta Globe.

Menteri mengatakan serah terima dari blok Timur Ambalat, terletak 50 mil (80 kilometer) Timur Tarakan di kedalaman air 6,562 kaki (2.000 meter) di laut Ambalat, Kalimantan Utara di daerah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia untuk Pertamina kemungkinan untuk meningkatkan produksi minyak perusahaan selama tiga dekade berikutnya.

Pertamina telah mendirikan anak perusahaan Pertamina Hulu Energi Ambalat Timur untuk mengembangkan blok Timur Ambalat, Chevron yang dilepaskan, mengutip Malaysia klaim atas wilayah perbatasan untuk meningkatkan ketegangan antara dua tetangga Asia Tenggara dan membuatnya lebih berisiko untuk menjelajahi blok.

Indonesia dan Malaysia telah terlibat dalam perselisihan atas wilayah Ambalat kaya minyak, dengan bilateral dengan ketegangan meningkat oleh yang berkuasa Mahkamah Internasional pada tahun 2002 bahwa Sipadan dan Ligitan Kepulauan lepas Kalimantan Timur Laut milik Malaysia.

Pertamina Hulu Energi, yang memegang saham 100 persen 1,828 mil persegi (4,735 kilometer persegi) Timur Ambalat berbagi kontrak produksi (PSC) selama 30 tahun, telah diperkirakan bahwa produksi di tiga tahun pertama menjadi bernilai $8,5 juta, Wianda Pusponegoro, Pertamina vice president dari perusahaan komunikasi, mengatakan di Jakarta Globe. Blok ini mampu menghasilkan hingga 40.000 barel minyak per hari.

Penambahan Timur Ambalat blok akan meningkatkan kontribusi Pertamina Indonesia produksi minyak dan gas, sekarang pegged di sekitar 26 persen dari total negara.

Pemberian baru kontrak membentuk bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan Indonesia produksi minyak dan gas dari yang 21.5 miliar barel minyak cadangan mana sekarang tidak komersial untuk mengembangkan karena lingkungan harga minyak saat ini serta lokasi mereka di bagian terpencil dan tidak dapat diakses dari Kepulauan.

"Kita diberikan lebih sedikit kontrak tahun ini, tapi kita masih optimis," Sudirman mengatakan di ibukota Jakarta di 40 Konvensi Asosiasi minyak bumi Indonesia dan pameran 2016, lapor Jakarta Globe. Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Source http://www.sejujurnya.com/2016/11/pertamina-solusi-bahan-bakar-berkualitas-dan-ramah-lingkungan.html